Minggu, 18 Mei 2014

Laporan Baca Pertumbuhan Gereja


SOKOGURU PERTUMBUHAN GEREJA
PERTUMBUHAN GEREJA tidak terjadi begitu saja, pasti ada penyebabnya. Sebuah gereja mungkin memiliki pesan yang benar serta hamba Allah yang setia dan benar, namun tetap kecil dan tidak berkembang. Bangunan rohani mempunyai empat sisi dengan ukuran sama.
Sokoguru Satu : Kesehatan                 _gereja sebagai persekutuan bersifat kualitatif
Sokoguru Dua  :Bentuk                       _gereja membentuk satu bangunan yang tepat dan dapat dilayani
Sokoguru Tiga  :Fungsi                        _masyarakat setempat melalui penginjilan yang agresif
Gereja dikatakan telah memenuhi standar dari gereja Perjanjian Baru dan mengikuti tatanan serta maksud sepenuhnya dari Perjanjian Baru jika empat sokoguru tersebut, gereja tetap kecil, timpang dan tidak dewasa.
SOKOGURU KESATU _ KESEHATAN DARI GEREJA
KESEHATAN DARI GEREJA diukur oleh kualitas moral dan spiritualnya, bukan oleh satu metodologi aktivitas atau satu teknologi Pragmatis. Dengan demikian , gereja adalah satu persekutuan yang memiliki kualitas.
GEREJA HARUS MENGENAL DAN MERASAKAN KEHADIRAN ROH KUDUS
Gereja telah ditetapkan secara ilahi menjadi tempat kediaman Allah didalam dan oleh Roh Kudus . ini menjadi satu kenyataan pada hari Pentakosta . Sekumpulan orang-orang percaya disatukan ke dalam Bait Allah yang kudus dan “dipenuhi Roh Kudus” seperti Bait Salomo dipenuhi oleh kehadiran Allah.Gereja secara bebas menerima kehadiran serta otoritas Roh Kudus, dan secara intim dan dinamis hidup bekerja didalam Dia.
GEREJA DARI ORANG-ORANG PERCAYA-SUATU PERSEKUTUAN-HARUS DIIKAT OLEH IMAN YANG SAMA
Gereja rasuli adalah satu persekutuan dari orang-orang percaya. Mereka mempercayai Allah sebagai Allah yang hidup, Allah yang hadir dalam sejarah, yang menjadi Aktor utama dalam sejarah, baik secara langsung maupun tidak melalui Kristus atau Roh Kudus. Iman orang-orang Kristen mula-mula ada dalam penampilan dan penekanan iman yang baru. Bagaimanapun, kekristenan mempunyai kesinambungan dengan ajaran-ajaran, janji-janji , dan harapan-harapan dari Perjanjian Lama.
GEREJA HARUS MENUNDUKKAN DIRINYA PADA KEPEMIMPINAN YANG DITETAPKAN ALLAH
Hubungan-hubungan komunal, saling menguatkan, pelaksanaan tugas yang efisien dan pelayanan yang efektif menuntut kepemimpinan yang kuat pada tahap-tahap awalnya.
Pada awal dari suatu gerakan, arti penting dari kepemimpinan yang kuat dan bijaksana tidak dapat nilai dan tidak cukup dikenal khususnya oleh pikiran orang Amerika .
GEREJA HARUS DIBENTUK MENJADI SATU PERSEKUTUAN YANG UTUH DAN BERFUNGSI
Gereja merupakan sebuah persekutuan (komunitas) yang menyatu, berfungsi secara harmonis dan serasi, sepikir, sejiwa, dan sehati. Untuk membangun kesatuan dan kesamaan di antara orang-orang percaya dari latar belakang keagamaan,kebangsaan dan kemasyarakatan yang berbeda, Roh Kudus menyatakan diri-Nya dengan cara yang sama pada beberapa peristiwa. Hanya bukti seperti itu yang bisa mempengaruhi orang-orang Yahudi untuk memiliki damai sejahtera, untuk memuliakan Allah, dan mengakui bahwa Allah juga memberikan pertobatan kepada bangsa bukan Yahudi.
GEREJA HARUS MEMBAWA ANGGOTANYA KEPADA JALAN KEMURIDAN
Murid tidak dapat dihasilkan secara tergesa-gesa dan besar-besaran. Untuk tujuan ini gereja harus bekerja keras, berdoa, dan mengharapkan dengan iman, Karena ia merupakan pranata yang ditetapkan Allah untuk mencapai tujuan ini.
GEREJA HARUS MEMBERITAKAN BERITA YANG RELEVAN DARI PENYATAAN ILAHI YANG DIDEFINISIKAN SECARA JELAS
Berita tersebut berakar dlam sejarah dari seorang Oknum, dan sebenarnya berakar pada peristiwa-peristiwa.
GEREJA HARUS TERUS BERDOA
Doa berkemenangan harus dipelajari melalui pelajaran denga Roh Kudus dan persekutuan dengan orang-orang kudus.
GEREJA HARUS HIDUP DITENGAH-TENGAH MUKJIZAT
Mukjizat-mukjizat telah menyebabkan bangsa Israel ke luar dari Mesir, dan manifestasi-manifestasi adikodrati telah menyertai pemberian Hukum Taurat, peraturan-peraturan, dan lembaga-lembaga Israel.
GEREJA HARUS MAU DENGAN SUKACITA MENDERITA DAN BERKORBAN BAGI TUHANNYA DAN BAGI PEMBERITAAN INJIL
Menderita adalah salah satu bentuk kurban persembahan. Namun, mempersembahkan kurban bisa melalui penyerahan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup.


SOKOGURU KEDUA_BENTUK DARI GEREJA
KIASAN MENGENAI GEREJA sebagai satu tanaman sehat yang bertumbuh mengandung pengertian mengenai satu dorongan dari dalam serta pengertian tentang dinamika.

                                                
ALKITAB DAN STRUKTUR
Alkitab tidak menghindari organisasi. Struktur dan organisasi adalah terkait dengan penciptaan dan alam semesta di mana kita hidup. Kini diperlukan struktur untuk mendukungannya serta memberinya bentuk, tatanan, dan stabilitas. Organisasi itu sedang membentuk organisasinya: gereja sedang menjadi sebuah lembaga. Struktur memungkinkan pembagian kerja dan pemberian tugas-tugas secara adil.
            BERBAGAI MASALAH DAN KETEGANGAN
Reaksi masa kini organisasi dan struktur bukan berasal dari atau didorong oleh Alkitab. Namun , di samping bahaya-bahaya dari organisasi, sebenarnya gereja sebagai lembaga dan badan yang dibentuk secara ilahi tidak mungkin mengabaikan prinsip-prinsip Perjanjian Baru tentang struktur, bentuk dan tatanan.
            SEJARAH DAN STRUKTUR
Dari segi sejarah, gereja telah memainkan peran seolah kekuatan imajinatif dan kreaktif dari Allah telah habis atau tertahan dalam bentuk-bentuk yang telah disediakan oleh sejarah dan budayaa bagi gereja, bukan oleh Allah, misalnya struktur episkopal, presbiter, kongregasional dan persaudaraan. Sejarah dan tradisi, betapapun mereka kelihatan sacral, tidak boleh menjadi penentu. Struturalisme tidak boleh dibiarkan membelenggu pekerjaan-pekerjaan yang bebas dari Roh Kudus.
            FAKTOR PENENTU BENTUK DAN STRUKTUR
Bentuk dan organisasi dari gerakan ditentukan setidak-tidaknya oleh lima factor : Faktor yang mutlak, Faktor-faktor mutlak yang relatif, Gereja dan gerakan-gerakan yayasan penginjilan, faktor-faktor yang relative,  Injil adalah perancangnya sendiri.




SOKO GURU KETIGA- FUNGSI DARI GEREJA
Gereja kearah kedalam, yaitu gereja yang harus memulai dengan perubahan dari dalam gereja itu sendiri. Dengan memahami dari makna gereja dan hubungannya dengan Allah.
Gereja kearah keluar, yaitu dengan gereja memahami hubungannya dengan dunia  luar yang harus diperbaiki. Dengan gereja mengarah keluar harus dberikan sifat yang baik dan mudah bersosialisasi.



Kritik
Sebagai jemaat gereja harus saling membantu dalam pembangunan suatu gereja untuk mewujudkan gereja yang sehat. Banyak pada zaman sekarang gereja lebih mementingkan suatu golongan tertentu dan membeda-bedakan antar jemaat kaya dan yang miskin. Itu menyebabnya gereja tidak berkembang sampai kapanpun bila masih menerapkan sifat keduniawian.

Saran
Kita harus member perubahan dalam gereja dengan tindakan-tindakan yang nyata dan konkrit. Saran yang harus dperbarui dengan  lebih mendekatkan pada Allah dan menjalin hubungan yang harmonis antar jemaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar