Minggu, 18 Mei 2014

MERINGKAS BUKU PENGENALAN PERJANJIAN LAMA DENNIS GREEN


MERINGKAS BUKU PENGENALAN PERJANJIAN LAMA

BAB I
Latar Belakang
I.ILMU BUMI PERJANJIAN LAMA
A. Daerah Timur Kuno
Daerah kejadian-kejadian Perjanjian Lama pada garis besarnya termasuk lembah utara dan delta/beting sungai Nil, semenanjung Sinai, Negara-negara Palestina, Fenisia, Aram (Siria),  lembah-lembah singai Efrat. Tigris, dan Negara Persia (Iran). Sekarang seluruh daerah yang luas itu disebut “Sabit Subur” (Fertile Crescent).
B.Palestina
Tanah palestina atau Kanaan adalah daerah yang terletak di antara Lautan Tengah sebagai Batas dan Padang Gurun Arab sebagai batas Timur.  Batas Utara dan Selatan tidak ditetapkan dengan pasti, tetapi kira-kira sesuai dengan ucapan yang sering kali terdapat dalam Perjanjian lama, yaitu “dari Dan sampai Bersyeba’’. Nama “Palestina” berasal  dari nama “Filistin” sebab orang-orang itu menduduki dataran pantai.
1.Sifat Umum _ pada umumnya, tanah Palestina berupa daerah pegunungan. Di antara gunung-gunung itu,terdapat lembah-lembah yang cukup subur .
2.Bagian-bagian Umum _  Tanah Palestina dengan sendirinya terbagi  menjadi empat bidang  dengan arah Utara-Selatan.
(a)”Dataran pantai “, yang menyusur Lautan Tengah dari Gunung Karmel ke Selatan.
(b)”Pegunungan Tengah”, yang mulai dari Libanon dan Mengarah terus  ke padang gurun selatan, dengan Datar  Esdralon (Yizreel) di pertengahannya.
(c)”Lembah Yordan”, termasuk Laut Galilea dan Laut Mati.
(d)”Pegunungan Timur”, mulai dari G. Hermon sampai ke tanah Moab.
II.SEJARAH PERJANJIAN LAMA
A.Zaman dari Adam Sampai Abraham
Perlu dikatakan terlebih dahulu bahwa keterangan/ data-data tentang  penentuan waktu dalam zaman ini sangat kurang sekali. Mengenai hal ini perlu disadari bahwa Alkitab tidak dimaksudkan untuk menjadi suatu catatan kronologis (berturut-turut) yang teliti, mulai dari penciptaan dan seterusnya.Tujuan Alkitab ialah untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan tindakan-tindakan Allah terhadap manusia _ misalnya penciptaan manusia yang pertama, dan selanjutnya  urusan Allah dengan manusia, pertama-tama secara umum/menyeluruh, kemudian melalui satu bangsa , yaitu Israel.
B.Zaman Patriakh-patriakh (kira-kira th.2000_1400 B.C.)                               
Waktu kejadian-kejadian yang diceritakan dalam Kej. 12-15 tentang para Patriakh tidak dapat ditentukan dengan pasti.  Oleh sebab itu, tidak ada kemungkinan  untuk mencocokkan waktu-waktu bersejarah dari bangsa lain dengan masa Patriakh-patriakh Israel. Untuk mencoba menentukan waktu yang lebih pasti untuk Abraham, cara yang biasanya dipakai ialah menghitung ke belakang mulai dari waktu Keluaran bani Israel dari Mesir.
C.Peristiwa Keluaran                
             Di sini pun juga perlu diakui adanya beberapa pendapat yang berlainan. Pendapat-pendapat itu rupanya dapat digolongkan demikian:
1.peristiwa Keluaran terjadi kira-kira th.1450 B.C.
2.Peristiwa Keluaran terjadi kira-kita th.1290 B.C.
D.Zaman Hakim-hakim (kira-kira th.1400_1050 B.C.)
            Masa Hakim-hakim ini memang merupakan zaman yang gelap dalam sejarah Israel. Sifat umum zaman tersebut dapat diringkaskan dengan suatu ucapan dari Hakim-hakim 17:6 “setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri”. Walaupun demikian, beberapa kali Tuhan membangkit seorang Hakim untuk memerintah, memimpin dan menolong rakyat Israel supaya dapat lepas dari tangan musuhnya. Walaupun ini boleh disebut zaman kemurtadan, namun masih terdapat beberapa orang yang beriman. Kisah yang indah itu mengenai Rut, Naomi dan Boas yang terjadi pada waktu ini mengingatkan kepada para pembaca bahwa pada setiap waktu ada orang yang percaya kepada Tuhan, walaupun di tengah-tengah masa kegelapan.
E.Zaman Kerajaan Bersatu  (kira-kira th.1050_931 B.C.)
           Zaman ini adalah zaman yang paling gemilang dan makmur dalam sejarah Israel. Abad-abad kegelapan dibawah pimpinan Hakim-hakim diganti dengan zaman  keemasan ini.  Dalam periode ini Israel mencapai derajat tinggi diantara bangsa-bangsa tetangganya.  Rakyatnya maju dalam ilmu pengetahuan, kesusasteraan, pembangunan dan segala hal yang penting untuk perkembangan yang baik.
         Sebelum itu, bangsa Israel merupakan suatu “teokrasi”; artinya, Israel  diperintah langsung oleh Tuhan  (bhs.Yunani “Theos”)  melalui seorang pemimpin yang dipilih /ditunjuk oleh Tuhan sendiri, yaitu raja Saul, Daud dan Salomo.

F.Zaman Kerajaan Terpisah   (kira-kira th.930_586 B.C.)
         Ketika Salomo meninggal, Rehabeam anaknya menjadi raja (kira-kira th. 930 B.C.). akan tetapi suku-suku di Israel bagian Utara, dipimpin oleh Efraim sebagai suku yang terbesar, memberontak dan mendirikan kerajaannya sendiri dengan Yerobeam sebagai rajanya. Perpecahan kerajaan itu disebabkan oleh :
1.Perasaan iri hati dari suku-suku Utara karena pusat penyembahan Tuhan pindah dari tempat-tempat tradisional, seperti Betel dan Dan di bagian Utara, ke Bait Suci yang baru didirikan di Yerusalem, di bagian Selatan.
2.Pajak yang sangat berat, yang dipungut oleh raja Salomo untuk membiayai program pembangunannya serta penghidupan istananya, kemudian diteruskan oleh Rehabeam walaupun rakyat Israel telah minta supaya pajak itu diringankan.
3.Orang-orang saleh di Israel merasa tersinggung karena raja Salomo membiarkan hal penyembahan berhala yang dibawa oleh isteri-isterinya.
4.Suku-suku Utara sebenarnya belum betul-betul dipersatukan dengan suku-suku Selatan. Bahwa mereka kelihatan seolah-olah sudah menjadi satu dibawah pimpinan Daud disebabkan hanya karena mereka terpaksa kerja-sama  untuk melawan musuh-musuh dari luar, bukan karena mereka mempunyai perasaan persatuan yang sungguh-sungguh.  Maka dengan adanya kepemimpinan Negara yang lemah dibawah raja Rehabeam, terjadinya suatu perpecahan sudah hampir pasti.
          Selama masa kerajaan terpisah, baik di Yehuda maupun di Israel, ada beberapa nabi yang dibangkit oleh Tuhan untuk menyampaikan Firman-Nya kepada raja dan rakyat kedua kerajaan tersebut. Diantaranya, beberapa nabi yang terkemuka adalah sebagaimana berikut:
Kerajaan Israel:                                                         
1.Elia
2.Elisa
3.Amos
4.Hosea
Kerajan Yehuda:
1.Yoel
2.Yesaya
3.Mikha
4.Nahum
5.Zefanya
6.Habakuk
7.Yeremia                               
G.Zaman Pembuangan di Babel dan pengembalian ke tanah Israel   (periode sesudah th.587 B.C.)
          Masa pembuangan ini dimaksudkan oleh Tuhan sebagai hukuman atas dosa dan kejahatan orang-orang Yehuda, supaya mereka mengoreksi diri  dan menaati perintah-perintah Tuhan .  Mereka tidak diperhambakan, malah mereka bebas untuk melakukan segala kebiasaan umum, misanya dalam bidang agama dan perdagangan. Banyak di antara mereka menjadi kaya dan ada lagi mereka yang memperoleh jabatan pemerintahan yang tinggi.
Nabi-nabi yang terkemuka di Babel
1.Yehezkiel
      Seorang imam dan nabi, dia memperkuat iman umat Yehuda dengan meyakinkan mereka bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka.
2.Daniel
      Dia memperoleh suatu  kedudukan yang sangat penting dalam pemerintah Babel. Dengan tulus hati,  dia bernubuat dan berusaha sekuat tenaganya untuk memimpin rakyat Yehuda kembali kepada Tuhan.
Hasil-hasil baik dari pembuangan rakyat Yahudi:
1.”monotheisme” ditegakkan. Karena pengalaman ini, maka umat Yahudi berpaling dari penyembahan berhala dan “polytheisme”. Sejak zaman itu orang Yehuda hanya menyembah dan berbakti kepada Allah yang Mahaesa.
2,Mereka menjadi amat bersemangat dalam bidang pendidikan. Oleh sebab itu rumah sembahyang sebagai pusat pendidikan merupakan suatu lembaga yang kokoh bagi rakyat Yahudi.
3.Mereka lebih menghormati Taurat Musa, dan pengetahuan tentang Hukum Allah mulai diketahui lagi oleh rakyat Yehuda.
4.Mereka makin lama makin berharap akan kedatangan  Mesias untuk melepaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami dalam pembuangan di Babel.
Pengembalian ke tanah Israel
         Rombongan pertama yang kembali dari Babel ke tanah Yehuda di pimpin oleh seorang bernama Sesbazar. Mereka meletakkan pondasi untuk pembangunan Bait Suci yang baru. Rombongan kedua kembali ke tanah Yehuda, dipimpin oleh dua nabi Tuhan yang bernama Hagai dan Zakharia, seorang pembesar bernama Zerubabel dan imam Besar Yesua.
Nabi-nabi yang terkemuka:
1.Hagai dan zakharia
2.Maleakhi
III.KESUSASTERAAN PERJANJIAN LAMA
1.Prosa biasa, termasuk juga silsilah-silsilah.
2.Prosa gaya cerita, kebanyakkan catatan-catatan/riwayat-riwayat historis yang kadang-kadang juga mengandung kiasan.
3.Tulisan gaya puisi, yang dapat mengandung fakta dan khayalan, bayangan-bayangan tentang realitas-realitas rohani, dan juga keterangan bersejarah.
4.Catatan-catatan hukum, yang merumuskan undang-undang dan hukuman atas pelanggarannya.
5.perkataan-perkataan berupa nasihat dan himbauan.             
6.Syair dan Amsal.
7.Nubuat, termasuk penglihatan dan mimpi, perbuatan-perbuatan simbolis dan ramalan.
IV.PERKEMBANGAN AGAMA ISRAEL PADA ZAMAN PERJANJIAN LAMA
Pendahuluan
       Teori yang berdasarkan hipotesa evolusi itu mengatakan bahwa oleh karena monoteisme merupakan tingkatan agama yang tertinggi, maka perkembangan itu seharusnya terjadi pada zaman lebih kemudian dalam sejarah Israel, yaitu sebagai titik akhir dari suatu proses perkembangan yang dimulai dari politeisme.


Agama para Patriarkh
         Walaupun riwayat-riwayat yang tercatat dalam kitab Kejadian memberi  kesan bahwa nenek moyang orang Ibrani telah menganut monoteisme, sudah jelas dari Yosua 24:2 bahwa sedikit-banyak mereka menjalankan politeisme yang umum terdapat di Mesopotamia pada zaman itu.
Agama pada zaman Musa
         Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Musa merupakan asal-usul monoteisme yang sejati. Peristiwa pentingnya adalah penyataan nama Tuhan “YHWH” Kepada Musa. Melalui nama tersebut yang berarti “yang hadir secara aktip”, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel yang masih baru itu sebagai Allah yang hidup, yang mempunyai hubungan moral dan rohaniah yang intim dengan mereka yang menaati perintah-perintah-Nya.
                                
Agama Pada Zaman Kerajaan
          Setelah zaman Hakim-hakim yang penuh dengan penyembahan berhala karena pengaruh bangsa-bangsa Kanaan, terjadilah suatu perubahan radikal terhadap kehidupan agamawi orang-orang Israel. Periode yang meliputi masa-masa pemerintahan raja Saul dan raja Daud dan bagian pertama masa pemerintahan Salomo diwarnai oleh suatu rasa kesetiaan baru kepada Tuhan,  disertai usaha yang sungguh-sungguh untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan penyembahan berhala.
 Para Nabi Perkembangan Yudaisme
          Kerajaan Selatan (Yehuda) juga terombang-ambing antara kelalaian dalam dalam keagamaan dan usaha-usaha untuk membaharui ibadah nasional serta menghapuskan penyembahan berhala. Munculnya nabi-nabi yang menuliskan kesaksiannya mengakibatkan hidupnya kembali iman kepercayaan yang berdasarkan perjanjian.
V.KANON PERJANJIAN LAMA
     Kitab Suci Yahudi berupa 24 kitab yang diatur dalam tiga bagian besar:
Hukum Taurat _ Kejadian
(“Torah”)             Keluaran
                              Imamat
                              Bilangan
                              Ulangan
Para Nabi        _Yosua
(“Nebhim”)       Hakim-hakim
                            Samuel
                            Raja-raja                                               Nabi-nabi  yang terdahulu
     
                            Yesaya                                                   Nabi-nabi yang terkemuka
                            Yeremia
                            Yehezkiel
                            Nabi-nabi kecil                                     (Hosea s/d Maleakhi)

Kitab-kitab/      _Mazmur                                  Pengkhotbah
Tulisan-tulisan    Amsal                                     Ester
(“Kethubhim”)   Ayub                                        Daniel
                             Kidung Agung                        Ezra (termasuk Nehemia)
                             Rut                                           Tawarikh
                             Ratapan
BAB II
Kitab-kitab Pentateuch
ISI PENTATEUCH SECARA RINGKAS
       Setiap kitab dari Pentateuch mempunyai keistimewaannya sendiri walaupun juga merupakan bagian dari sejarah yang mulai dari Penciptaan dan berakhir sampai dengan kematian Musa.
Kejadian_Penciptaan dan Kejatuhan Manusia, sejarah manusia dari Adam sampai dengan Yusuf .
Keluaran_Pelepasan dari Mesir.
Imamat_Penjelasan-penjelasan tentang ibadat.
Bilangan_Sejarah perjalanan dari Sinai ke dataran Moab.
Ulangan_Ikthisar Hukum Taurat.
Empat Tema Pokok
1.Hal Pemilihan
2.Hal Perjanjian
3.Hal Hukum
4.Hal Keluaran
BAB III
Kitab-kitab Sejarah
        Dalam Kitab Suci orang Yahudi, catatan-catatan sejarah Israel termuat dalam dua bagian: pada bagian Nabi-nabi (Nebhim), terdapat Yosua, Hakim-hakim, I & II Samuel, I & II Raja-raja;pada bagian Kitab-kitab (Kethubim), terdapat I & II Tawarikh, Ezra dan Nehemia, Rut dan Ester. Harus selalu diingat juga bahwa urutan kitab-kitab Perjanjian Lama tidak Kronologis (tidak berturut-turut menurut waktu penulisan).
BAB IV                                                  
Kitab-kitab Syair
PENGANTAR _ KESUSASTERAAN HIKMAT
        Dari lima kitab Syair, hanya terdapat satu (Kidung Agung) yang tidak mengandung jenis kesusasteraan yang disebut tulisan-tulisan “hikmat”. Demikian pula kesusasteraan hikmat itu tidak hanya terdapat dalam kitab Ayub, Mazmur, Amsal dan Pengkhotbah, tetapi terdapat juga dalam kitab-kitab Sejarah dan kitab-kitab Nabi-nabi.
BAB V
Pengantar Kitab-kitab Para Nabi
Nabi sebagai Ahli sejarah
       Perlu diingat bahwa menurut pembagian Perjanjian Lama oleh orang-orang Yahudi, ada empat kitab yang digolongkan dalam bagian Nabi-nabi Terdahulu yang sekarang ini digolongkan sebagai kitab-kitab sejarah yaitu Yosua, Hakim-hakim, kitab Samuel dan kitab Raja-raja.

Sifat Nubuat dalam Kebudayaan Yahudi
         Sebagai definisi umum, dapat dikatakan bahwa nubuat adalah suatu penyingkapan melalui manusia, yang memakai kata-kata lisan atau tertulis untuk menyampaikan penyataan tentang Allah dan menerangkan kehendak-Nya kepada manusia.
Jabatan Nabi : Dalam Perjanjian Lama, Istilah Ibrani “nabi” itu menunjukkan seseorang yang mempunyai hubungan istimewa dengan Allah sebagai “orang yang terpanggil” dan berhak untuk berbicara atau bertindak atas nama Allah.
BAB V
Nabi-nabi Besar
1.Yesaya
2.Yeremia
3.Ratapan
4.Yehezkiel
5.Daniel
BAB VII
Nabi-nabi Kecil
1.Hosea
2.Yoel
3.Amos
4.Obaja
5.Yunus
6.Nahum
7.Habakuk
8.Zefanya
9.Hagai
10.Zakharia
11. Maleakhi

4 komentar:

  1. THANKS YA BOSS
    BY:http://tempatberliburwisata.blogspot.co.id/

    BalasHapus
  2. Terimakasih pencerahannya
    Moedah.com

    BalasHapus
  3. Makasih ya. Sangat membantu untuk mempelajari dari pengenalan perjanjian lama dennis green. Toko Online Indonesia

    BalasHapus