MERINGKAS
BUKU PENGENALAN PERJANJIAN LAMA
BAB
I
Latar
Belakang
I.ILMU
BUMI PERJANJIAN LAMA
A.
Daerah Timur Kuno
Daerah
kejadian-kejadian Perjanjian Lama pada garis besarnya termasuk lembah utara dan
delta/beting sungai Nil, semenanjung Sinai, Negara-negara Palestina, Fenisia,
Aram (Siria), lembah-lembah singai
Efrat. Tigris, dan Negara Persia (Iran). Sekarang seluruh daerah yang luas itu
disebut “Sabit Subur” (Fertile Crescent).
B.Palestina
Tanah
palestina atau Kanaan adalah daerah yang terletak di antara Lautan Tengah
sebagai Batas dan Padang Gurun Arab sebagai batas Timur. Batas Utara dan Selatan tidak ditetapkan
dengan pasti, tetapi kira-kira sesuai dengan ucapan yang sering kali terdapat
dalam Perjanjian lama, yaitu “dari Dan sampai Bersyeba’’. Nama “Palestina” berasal dari nama “Filistin” sebab orang-orang itu
menduduki dataran pantai.
1.Sifat Umum _ pada umumnya, tanah Palestina berupa
daerah pegunungan. Di antara gunung-gunung itu,terdapat lembah-lembah yang
cukup subur .
2.Bagian-bagian Umum _ Tanah Palestina dengan sendirinya
terbagi menjadi empat bidang dengan arah Utara-Selatan.
(a)”Dataran pantai “, yang menyusur Lautan Tengah
dari Gunung Karmel ke Selatan.
(b)”Pegunungan Tengah”, yang mulai dari Libanon dan
Mengarah terus ke padang gurun selatan,
dengan Datar Esdralon (Yizreel) di
pertengahannya.
(c)”Lembah Yordan”, termasuk Laut Galilea dan Laut
Mati.
(d)”Pegunungan Timur”, mulai dari G. Hermon sampai
ke tanah Moab.
II.SEJARAH
PERJANJIAN LAMA
A.Zaman
dari Adam Sampai Abraham
Perlu
dikatakan terlebih dahulu bahwa keterangan/ data-data tentang penentuan waktu dalam zaman ini sangat kurang
sekali. Mengenai hal ini perlu disadari bahwa Alkitab tidak dimaksudkan untuk
menjadi suatu catatan kronologis (berturut-turut) yang teliti, mulai dari
penciptaan dan seterusnya.Tujuan Alkitab ialah untuk mencatat
peristiwa-peristiwa penting yang berhubungan dengan tindakan-tindakan Allah
terhadap manusia _ misalnya penciptaan manusia yang pertama, dan selanjutnya urusan Allah dengan manusia, pertama-tama
secara umum/menyeluruh, kemudian melalui satu bangsa , yaitu Israel.
B.Zaman
Patriakh-patriakh (kira-kira th.2000_1400 B.C.)
Waktu
kejadian-kejadian yang diceritakan dalam Kej. 12-15 tentang para Patriakh tidak
dapat ditentukan dengan pasti. Oleh
sebab itu, tidak ada kemungkinan untuk
mencocokkan waktu-waktu bersejarah dari bangsa lain dengan masa Patriakh-patriakh
Israel. Untuk mencoba menentukan waktu yang lebih pasti untuk Abraham, cara
yang biasanya dipakai ialah menghitung ke belakang mulai dari waktu Keluaran
bani Israel dari Mesir.
C.Peristiwa Keluaran
Di sini pun juga
perlu diakui adanya beberapa pendapat yang berlainan. Pendapat-pendapat itu
rupanya dapat digolongkan demikian:
1.peristiwa Keluaran
terjadi kira-kira th.1450 B.C.
2.Peristiwa Keluaran
terjadi kira-kita th.1290 B.C.
D.Zaman
Hakim-hakim (kira-kira th.1400_1050 B.C.)
Masa Hakim-hakim ini memang
merupakan zaman yang gelap dalam sejarah Israel. Sifat umum zaman tersebut
dapat diringkaskan dengan suatu ucapan dari Hakim-hakim 17:6 “setiap orang
berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri”. Walaupun demikian,
beberapa kali Tuhan membangkit seorang Hakim untuk memerintah, memimpin dan
menolong rakyat Israel supaya dapat lepas dari tangan musuhnya. Walaupun ini
boleh disebut zaman kemurtadan, namun masih terdapat beberapa orang yang
beriman. Kisah yang indah itu mengenai Rut, Naomi dan Boas yang terjadi pada
waktu ini mengingatkan kepada para pembaca bahwa pada setiap waktu ada orang
yang percaya kepada Tuhan, walaupun di tengah-tengah masa kegelapan.
E.Zaman
Kerajaan Bersatu
(kira-kira th.1050_931 B.C.)
Zaman ini adalah zaman yang paling gemilang
dan makmur dalam sejarah Israel. Abad-abad kegelapan dibawah pimpinan
Hakim-hakim diganti dengan zaman
keemasan ini. Dalam periode ini
Israel mencapai derajat tinggi diantara bangsa-bangsa tetangganya. Rakyatnya maju dalam ilmu pengetahuan,
kesusasteraan, pembangunan dan segala hal yang penting untuk perkembangan yang
baik.
Sebelum itu, bangsa Israel merupakan
suatu “teokrasi”; artinya, Israel
diperintah langsung oleh Tuhan
(bhs.Yunani “Theos”) melalui
seorang pemimpin yang dipilih /ditunjuk oleh Tuhan sendiri, yaitu raja Saul,
Daud dan Salomo.
F.Zaman
Kerajaan Terpisah
(kira-kira th.930_586 B.C.)
Ketika Salomo meninggal, Rehabeam
anaknya menjadi raja (kira-kira th. 930 B.C.). akan tetapi suku-suku di Israel bagian
Utara, dipimpin oleh Efraim sebagai suku yang terbesar, memberontak dan
mendirikan kerajaannya sendiri dengan Yerobeam sebagai rajanya. Perpecahan
kerajaan itu disebabkan oleh :
1.Perasaan
iri hati dari suku-suku Utara karena pusat penyembahan Tuhan pindah dari
tempat-tempat tradisional, seperti Betel dan Dan di bagian Utara, ke Bait Suci
yang baru didirikan di Yerusalem, di bagian Selatan.
2.Pajak
yang sangat berat, yang dipungut oleh raja Salomo untuk membiayai program
pembangunannya serta penghidupan istananya, kemudian diteruskan oleh Rehabeam
walaupun rakyat Israel telah minta supaya pajak itu diringankan.
3.Orang-orang
saleh di Israel merasa tersinggung karena raja Salomo membiarkan hal
penyembahan berhala yang dibawa oleh isteri-isterinya.
4.Suku-suku
Utara sebenarnya belum betul-betul dipersatukan dengan suku-suku Selatan. Bahwa
mereka kelihatan seolah-olah sudah menjadi satu dibawah pimpinan Daud
disebabkan hanya karena mereka terpaksa kerja-sama untuk melawan musuh-musuh dari luar, bukan karena
mereka mempunyai perasaan persatuan yang sungguh-sungguh. Maka dengan adanya kepemimpinan Negara yang
lemah dibawah raja Rehabeam, terjadinya suatu perpecahan sudah hampir pasti.
Selama masa kerajaan terpisah, baik
di Yehuda maupun di Israel, ada beberapa nabi yang dibangkit oleh Tuhan untuk
menyampaikan Firman-Nya kepada raja dan rakyat kedua kerajaan tersebut.
Diantaranya, beberapa nabi yang terkemuka adalah sebagaimana berikut:
Kerajaan
Israel:
1.Elia
2.Elisa
3.Amos
4.Hosea
Kerajan
Yehuda:
1.Yoel
2.Yesaya
3.Mikha
4.Nahum
5.Zefanya
6.Habakuk
7.Yeremia
G.Zaman
Pembuangan di Babel dan pengembalian ke tanah Israel (periode sesudah th.587 B.C.)
Masa pembuangan ini dimaksudkan oleh Tuhan
sebagai hukuman atas dosa dan kejahatan orang-orang Yehuda, supaya mereka
mengoreksi diri dan menaati
perintah-perintah Tuhan . Mereka tidak
diperhambakan, malah mereka bebas untuk melakukan segala kebiasaan umum, misanya
dalam bidang agama dan perdagangan. Banyak di antara mereka menjadi kaya dan
ada lagi mereka yang memperoleh jabatan pemerintahan yang tinggi.
Nabi-nabi
yang terkemuka di Babel
1.Yehezkiel
Seorang
imam dan nabi, dia memperkuat iman umat Yehuda dengan meyakinkan mereka bahwa
Tuhan tidak meninggalkan mereka.
2.Daniel
Dia
memperoleh suatu kedudukan yang sangat
penting dalam pemerintah Babel. Dengan tulus hati, dia bernubuat dan berusaha sekuat tenaganya
untuk memimpin rakyat Yehuda kembali kepada Tuhan.
Hasil-hasil
baik dari pembuangan rakyat Yahudi:
1.”monotheisme”
ditegakkan. Karena pengalaman ini, maka umat Yahudi berpaling dari penyembahan
berhala dan “polytheisme”. Sejak zaman itu orang Yehuda hanya menyembah dan
berbakti kepada Allah yang Mahaesa.
2,Mereka
menjadi amat bersemangat dalam bidang pendidikan. Oleh sebab itu rumah
sembahyang sebagai pusat pendidikan merupakan suatu lembaga yang kokoh bagi
rakyat Yahudi.
3.Mereka
lebih menghormati Taurat Musa, dan pengetahuan tentang Hukum Allah mulai
diketahui lagi oleh rakyat Yehuda.
4.Mereka
makin lama makin berharap akan kedatangan
Mesias untuk melepaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami dalam
pembuangan di Babel.
Pengembalian
ke tanah Israel
Rombongan
pertama yang kembali dari Babel ke tanah Yehuda di pimpin oleh seorang bernama
Sesbazar. Mereka meletakkan pondasi untuk pembangunan Bait Suci yang baru.
Rombongan kedua kembali ke tanah Yehuda, dipimpin oleh dua nabi Tuhan yang
bernama Hagai dan Zakharia, seorang pembesar bernama Zerubabel dan imam Besar
Yesua.
Nabi-nabi
yang terkemuka:
1.Hagai dan zakharia
2.Maleakhi
III.KESUSASTERAAN
PERJANJIAN LAMA
1.Prosa
biasa, termasuk juga silsilah-silsilah.
2.Prosa
gaya cerita, kebanyakkan catatan-catatan/riwayat-riwayat historis yang
kadang-kadang juga mengandung kiasan.
3.Tulisan
gaya puisi, yang dapat mengandung fakta dan khayalan, bayangan-bayangan tentang
realitas-realitas rohani, dan juga keterangan bersejarah.
4.Catatan-catatan
hukum, yang merumuskan undang-undang dan hukuman atas pelanggarannya.
5.perkataan-perkataan
berupa nasihat dan himbauan.
6.Syair
dan Amsal.
7.Nubuat,
termasuk penglihatan dan mimpi, perbuatan-perbuatan simbolis dan ramalan.
IV.PERKEMBANGAN
AGAMA ISRAEL PADA ZAMAN PERJANJIAN LAMA
Pendahuluan
Teori
yang berdasarkan hipotesa evolusi itu mengatakan bahwa oleh karena monoteisme
merupakan tingkatan agama yang tertinggi, maka perkembangan itu seharusnya
terjadi pada zaman lebih kemudian dalam sejarah Israel, yaitu sebagai titik
akhir dari suatu proses perkembangan yang dimulai dari politeisme.
Agama para Patriarkh
Walaupun
riwayat-riwayat yang tercatat dalam kitab Kejadian memberi kesan bahwa nenek moyang orang Ibrani telah
menganut monoteisme, sudah jelas dari Yosua 24:2 bahwa sedikit-banyak mereka
menjalankan politeisme yang umum terdapat di Mesopotamia pada zaman itu.
Agama
pada zaman Musa
Peristiwa-peristiwa
yang terjadi pada zaman Musa merupakan asal-usul monoteisme yang sejati.
Peristiwa pentingnya adalah penyataan nama Tuhan “YHWH” Kepada Musa. Melalui
nama tersebut yang berarti “yang hadir secara aktip”, Tuhan menyatakan diri-Nya
kepada bangsa Israel yang masih baru itu sebagai Allah yang hidup, yang
mempunyai hubungan moral dan rohaniah yang intim dengan mereka yang menaati
perintah-perintah-Nya.
Agama
Pada Zaman Kerajaan
Setelah zaman
Hakim-hakim yang penuh dengan penyembahan berhala karena pengaruh bangsa-bangsa
Kanaan, terjadilah suatu perubahan radikal terhadap kehidupan agamawi
orang-orang Israel. Periode yang meliputi masa-masa pemerintahan raja Saul dan
raja Daud dan bagian pertama masa pemerintahan Salomo diwarnai oleh suatu rasa
kesetiaan baru kepada Tuhan, disertai usaha
yang sungguh-sungguh untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan penyembahan berhala.
Para
Nabi Perkembangan Yudaisme
Kerajaan Selatan
(Yehuda) juga terombang-ambing antara kelalaian dalam dalam keagamaan dan
usaha-usaha untuk membaharui ibadah nasional serta menghapuskan penyembahan
berhala. Munculnya nabi-nabi yang menuliskan kesaksiannya mengakibatkan
hidupnya kembali iman kepercayaan yang berdasarkan perjanjian.
V.KANON
PERJANJIAN LAMA
Kitab Suci Yahudi berupa 24 kitab yang
diatur dalam tiga bagian besar:
Hukum Taurat _ Kejadian
(“Torah”) Keluaran
Imamat
Bilangan
Ulangan
Para Nabi _Yosua
(“Nebhim”) Hakim-hakim
Samuel
Raja-raja
Nabi-nabi yang terdahulu
Yesaya
Nabi-nabi yang terkemuka
Yeremia
Yehezkiel
Nabi-nabi
kecil (Hosea s/d Maleakhi)
Kitab-kitab/ _Mazmur Pengkhotbah
Tulisan-tulisan Amsal Ester
(“Kethubhim”) Ayub Daniel
Kidung Agung Ezra (termasuk Nehemia)
Rut
Tawarikh
Ratapan
BAB
II
Kitab-kitab
Pentateuch
ISI
PENTATEUCH SECARA RINGKAS
Setiap kitab dari Pentateuch mempunyai
keistimewaannya sendiri walaupun juga merupakan bagian dari sejarah yang mulai
dari Penciptaan dan berakhir sampai dengan kematian Musa.
Kejadian_Penciptaan
dan Kejatuhan Manusia, sejarah manusia dari Adam sampai dengan Yusuf .
Keluaran_Pelepasan
dari Mesir.
Imamat_Penjelasan-penjelasan
tentang ibadat.
Bilangan_Sejarah
perjalanan dari Sinai ke dataran Moab.
Ulangan_Ikthisar Hukum
Taurat.
Empat
Tema Pokok
1.Hal Pemilihan
2.Hal Perjanjian
3.Hal Hukum
4.Hal Keluaran
BAB
III
Kitab-kitab
Sejarah
Dalam
Kitab Suci orang Yahudi, catatan-catatan sejarah Israel termuat dalam dua
bagian: pada bagian Nabi-nabi (Nebhim), terdapat Yosua, Hakim-hakim, I & II
Samuel, I & II Raja-raja;pada bagian Kitab-kitab (Kethubim), terdapat I
& II Tawarikh, Ezra dan Nehemia, Rut dan Ester. Harus selalu diingat juga
bahwa urutan kitab-kitab Perjanjian Lama tidak Kronologis (tidak berturut-turut
menurut waktu penulisan).
BAB
IV
Kitab-kitab
Syair
PENGANTAR
_ KESUSASTERAAN HIKMAT
Dari
lima kitab Syair, hanya terdapat satu (Kidung Agung) yang tidak mengandung
jenis kesusasteraan yang disebut tulisan-tulisan “hikmat”. Demikian pula
kesusasteraan hikmat itu tidak hanya terdapat dalam kitab Ayub, Mazmur, Amsal
dan Pengkhotbah, tetapi terdapat juga dalam kitab-kitab Sejarah dan kitab-kitab
Nabi-nabi.
BAB V
Pengantar
Kitab-kitab Para Nabi
Nabi
sebagai Ahli sejarah
Perlu
diingat bahwa menurut pembagian Perjanjian Lama oleh orang-orang Yahudi, ada
empat kitab yang digolongkan dalam bagian Nabi-nabi Terdahulu yang sekarang ini
digolongkan sebagai kitab-kitab sejarah yaitu Yosua, Hakim-hakim, kitab Samuel
dan kitab Raja-raja.
Sifat
Nubuat dalam Kebudayaan Yahudi
Sebagai
definisi umum, dapat dikatakan bahwa nubuat adalah suatu penyingkapan melalui
manusia, yang memakai kata-kata lisan atau tertulis untuk menyampaikan
penyataan tentang Allah dan menerangkan kehendak-Nya kepada manusia.
Jabatan Nabi
: Dalam Perjanjian Lama, Istilah Ibrani “nabi” itu menunjukkan seseorang yang
mempunyai hubungan istimewa dengan Allah sebagai “orang yang terpanggil” dan
berhak untuk berbicara atau bertindak atas nama Allah.
BAB
V
Nabi-nabi
Besar
1.Yesaya
2.Yeremia
3.Ratapan
4.Yehezkiel
5.Daniel
BAB
VII
Nabi-nabi
Kecil
1.Hosea
2.Yoel
3.Amos
4.Obaja
5.Yunus
6.Nahum
7.Habakuk
8.Zefanya
9.Hagai
10.Zakharia
11. Maleakhi
THANKS YA BOSS
BalasHapusBY:http://tempatberliburwisata.blogspot.co.id/
http://tempatberliburwisata.blogspot.co.id/
HapusTerimakasih pencerahannya
BalasHapusMoedah.com
Makasih ya. Sangat membantu untuk mempelajari dari pengenalan perjanjian lama dennis green. Toko Online Indonesia
BalasHapus